Minggu, 05 April 2020

TENIS MEJA

Pengertian Tenis Meja

“Tenis meja atau pingpong merupakan salah satu cabang olahraga yang dimainkan dua pasang (ganda) ataupun dua orang (tunggal) yang berlawanan”
Alat yang dipakai dalam permainan ini yaitu raket atau yang umum disebut dengan bet, bola pingpong, dan lapangan permainan berbentuk meja. Raket dalam permainan tenis meja terbuat dari papan kayu dan dilapisi karet.
ITTF (International Table Tenis Federation) adalah Induk Internasional tenis meja dunia , sedangkan induk organisasi tenis meja di Indonesia yaitu PTMSI (Persatuan Tenis meja di Indonesia)

Teknik dasar

Tekni dasar memegang bet dalam permainan tenis meja adalah sebagai berikut.
shakehand gripTeknik memegang bet mirip seperti berjabat tangan, teknik yang satu ini banyak dipakai para pemain professional sebab teknik ini populer di negara-negara Eropa. Melalui cara ini, seorang pemain bisa memakai kedua sisi bet.
Penhold grip
Teknik memegang bet mirip seperti memegang pena. Teknik ini disebut juga dengan Asia grip, meskipun banyak pemain Asia memakai teknik shakehand grip. Pada pegangan ini hanya satu sisi bet yang bisa dipakai
Teknik seemiller grip
teknik ini juga banyak dipakai kalangan professional dalam tenis meja. Teknik yang satu ini disebut juga teknik American grip. Teknik seemiller grip adalah versi dari Shakehand grip. Teknik seemiller grip mempunyai kesamaan dengan shakehand grip pada bagian cara memegangnya. Perbedaannya yaitu bet bagian atas diputar dari 20-90 dejarat ke arah tubuh. Posisi jari telunjuk menempel di sepanjang sisi bet.

Teknik Pukulan

Pukulan Backhand dan Forehand

Melakukan Pukulan Backhand dan Forehand
  • Bola dilambungkan ke arah teman.
  • Dilakukan berpasangan atau kelompok.
  • Yang melakukan pukulan bergerak berpindah tempat dengan segera
Melakukan Pukulan Backhand dan Forehand menyilang meja
  • Bola dilambungkan oleh teman dan dipantulkan ke arah meja dengan pukulan servis.
  • Dilakukan berpasangan
  • Yang melakukan pukulan backhand dan pelambung bergerak berpindah

Servis

Servis Forehand dan Backhand Lurus Bidang Servis.
  1. Dilakukan berpasangan
  2. Yang melakukan pukulan servis bergerak berpindah tempat.
Servis Forehand dan Backhand Secara Menyilang
  1. Dilakukan secara berpasangan
  2. Yang sudah melakukan pukulan servis berpindah tempat.
Servis Forehand dan Backhand ke Sasaran
  1. Dilakukan berpasangan
  2. Yang sudah melakukan pukulan servis bergerak segera berpindah tempat.

Smash

Smash Forehand
  1. Posisikan kaki kiri tepat berada di depan, dan kaki kanan di belakang. Badan sedikit dimiringkan ke arah kanan hingga berat badan bertumpu pada kaki kanan.
  2. Tarik lengkan kebelakang, pinggang sedikit dimiringkan ke arah kanan.
  3. Setelah bola memantul dan mencapai titik , mulai ayunkan lengan dari bawah ke atas dan pukul bola ke bawah dengan bantuan pergelangan tangan.
Smash Backhand
  1. Posisikan kaki kanan ada di depan, kaki kiri di belakang. Badan sedikit dimiringkan ke arah kiri sampai pundak kanan menghadap meja.
  2. Tarik lengan bawah ke arah kiri, ke belakang dan lebih tinggi dari meja.
  3. Setelah bola memantul dan mencapai titik atas, ayunkan lengan bawah ke depan arah kanan dan pukul bola.
  4. Pergelangan tangan bisa membantu menekan bola dan mengatur arah, serta berat badan berpindah dari kiri ke kanan.

Ukuran Lapangan Tenis Meja

ukuran lapangan tenis meja
Untuk ukuran lapangan tenis meja yaitu :
Panjang = 274 cm dan
lebar meja = 152,5 cm.
Tinggi meja dari lantai lapangan = 76 cm.
Tebal garis sisi = 2 cm.
Luas = 4,1785 meter persegi.
Untuk ukuran tiang net dan jaring net tenis meja yaitu :
Panjang net = 183 cm.
Lebar atau tinggi net = 15,25 cm.
Jarak meja ke tiang = 15,25 cm.
Luas net = 0,279075 meter persegi.

Sejarah Tenis Meja

Tenis meja mulai populer pada abad ke 19 di Inggris dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff. Lalu, tenis meja berganti nama menjadi table tennis atau tenis meja dalam bahasa indonesia. Permainan yang satu ini mulai dikenal pada tahun 1901 saat diadakannya turnamen, buku yang menuliskan tentang tenis meja, dan kejuaraan tidak resmi yaitu tahun 1902.
Awalnya permainan tenis meja dilarang di Rusia pada tahun 1900. Permainan ini di larang karena penguasa pada masa itu percaya bahwa memainkan tenis meja memiliki dampak negatif pada penglihatan pemain.
Pada tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris. Pada tahun 1926, Asosiasi Tenis Meja (TTA) ini diikuti oleh Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) . Kota yang menjadi tuan rumah di kejuaraan dunia resmi pertama tahun 1926 yaitu kota London. Selain itu, Asosiai Tenis Meja Amerika dibentuk tahun 1933.
Tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China. Edgar Snow berkomentar bahwa pihak komunis mempunyai “hasrat untuk tenis meja asal Inggris” yang menurutnya “ganjil”.
Kemudian pada tahun 1950-an, raket lembaran karet digabung dengan lapisan spons mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan perputaran bola. Penggunaan lem cepat bisa meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh yang menghasilkan perubahan peralatan untuk “menurunkan kecepatan permainannya”.
Tahun 1988, tenis meja mulai diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade.

BOLA VOLI

Sejarah Bola Voli

Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895. Dia adalah seorang pembina pendidikan jasmani pada organisasi "Young Man Christian Association" (YMCA) di kota Massachussets, Amerika Serikat. Mula-mula permainan bola voli diberi nama "mintonette", dimana permainannya hampir serupa dengan permainan badminton. Jumlah permain tidak terbatas, sesuai dengan tujuan semula, yaitu untuk mengembangkan kesegaran dan kebuagaran jasmani pada buruh di samping bersenam umum.

Kemudian permainan ini diubah menjadi Volleyball  yang artinya kurang lebih memvoli bola berganti-ganti. Pada tahun 1892 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di negara Amerika Serikat. Pertandingan bola voli yang pertama tahun 1947 di Polandia. Pada tahun 1948 IVBF (International Volley Ball Federation) didirikan dengan anggota 15 negara dan berpusat di Paris. Dalam Perang Dunia II permainan ini tersebar di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah Perang Dunia II prestasi dan popularitas permainan bola voli di AS menurun, sedangkan di negara lain terutama di Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal. Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1928, yaitu pada zaman penjajahan Belanda.

Permainan bola voli di Indonesia berkembang sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah, maka pada tanggal 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia)  didirikan di Jakarta bersamaan denga kejuaraan di Yogyakarta. Setleah tahun 1962 perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan.


Pengertian Bola Voli

Pengertian Bola Voli adalah Olahraga tim (Olimpiade) di mana dua tim terdiri dari 6 pemain aktif, tiap tim yang dipisahkan oleh net dan setiap tim diharuskan untuk membuat poin dengan cara menjatuhkan bola ke lapangan lawan yang diselenggarakan di bawah aturan.


Peraturan Bola Voli

sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan
disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.

Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan. Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.

A. Formasi Permainan
  • Pemain nomor satu dinamakan server
  • pemain kedua dinamakan spiker
  • pemain ketiga dinamakan set upper atau tosser
  • pemain nomor empat dinamakan blocker
  • pemain nomor lima dan enam dinamakan libero. 


Berikut adalah pengertiannya:


Tosser atau pengumpan orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus dapat mengatur jalannya permainan.Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan.

Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan.
Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-wreck bola ke seberang net.
Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.

B. Lamanya Permainan

Setiap regu harus mengumpulkan angka sampai 25 dalam satu set. Untui regu pemenang dapat digunakan 2 sistem:
  • Two winning set, yaitu pertandingan berakhir dengan salah satu regu memperoleh dua set kemenangan langsung.
  • Three winning set, yaitu pertandingan berakhir jika salah satu regu memperoleh tiga set kemenangan langsung.


C. Jenis Pelanggaran

Jenis pelanggaran dalam permainan voli adalah seperti berikut:


Mempengaruhi wasit
Berbicara tidak sopan terhadap lawan atau wasit
Sering menegur wasit
Menerima petunjuk dari luar lapangan pada saat pertandingan berlangsung
Meninggalkan lapangan tanpa seizin wasitD. Penghitungan angka

Aturan permainan dari bola voli adalah:


Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai.
Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh akan mendapat nilai.

E. Sistem Pertandingan

Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.

Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.


F. Kesalahan 

Meliputi:
  • Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
  • Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
  • Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
  • Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
  • Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
  • Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
  • Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
  • Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
  • Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
  • Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
  • Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.


G. Peraturan Bola Voli 2014

Peraturan bola voli 2014 yang diperbolehkan adalah sebagai berikut :
  • Pemain dengan tidak sengaja melakukan pasing double pada saat servis pertama di perbolehkan dengan lanjutan bola tetap di mainkan tiga kali, jadi setelah bola pasing double oleh pemain harus langsung di pasingkan atau smash ke lawan.
  • Pemain atau smasher kaki melewati garis tengah lapangan diperbolehkan asal tidak mengganggu lawan.
  • Pemain toser pada waktu terdesak mengumpankan bola menyentuh net bagian bawah diperbolehkan atau bukan pelanggaran.


Lapangan



Lapangan permainan bola voli  berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, semua garis batas lapangan, garis tengah, garis daerah serang adalah 3 m (daerah depan). Garis batas itu diberi tanda batas dengan menggunakan tali, kayu, cat/kapur, kertas yang lebarnya tidak lebih dari 5 cm. lapangan permainan bola voli  terbagi menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9 meter. Di tengah lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian sama besar. Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang dan daerah pertahanan.
Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis serang yang luasnya 9 x 3 meter.


1.     Daerah Servise
Daerah service adalah daerah selebar 9 meter di belakang setiap garis akhir. Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di dalam batas daerah service, perpanjangan daerah service adalah kebelakang sampai batas akhir daerah bebas.

2.     Antene Rod
Di dalam pertandingan permainan bola voli  yang sifatnya nasional maupun internasional, di atas batas samping jaring dipasang  tongkat atau rod yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jaring atau bibir net. Tongkat itu terbuat dari bahan fibergelas dengan ukuran panjang 180 cm dengan diberi warna kontras.

3.     Bola
Bola harus bulat terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau bahan yang sejenis. Warna bola harus satu warna atau kombinasi dari beberapa warna. Bahan kulit sintetis dan kombinasi warna pada bola dipergunakan pada pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan standar FIVB.
Keliling bola 64 – 67 cm dan beratnya 260 – 280 grm, tekanan didalam bola harus 0, 39 – 0, 325 kg/cm2  (4,26 – 4,61 Psi) (294,3 – 318,82 mbar/hpa.

2.     Net
Jaring untuk permainan bola voli  berukuran tidak lebih dari 9,50 meter dan lebar tidak lebih dari 1,00 meter dengan petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5 cm.

3.     Jumlah Pemain
Jumlah pemain dalam lapangan permainan sebanyak 6 orang setiap regu dan ditambah 5 orang sebagai pemain cadangan dan satu orang pemain libero. Satu tim maksimal terdiri dari 12 pemain, saru coach, satu sistem coach, satu trainer, dan satu dokter medis, kecuali libero, satu dari para pemain adalah kapten tim, dia harus diberi tanda dalam score sheet.

4.     Pergeseran Pemain
Jika regu penerima servis berhasil mematikan bola di lapangan lawan, maka permain bergeser satu posisi searah jarum jam (misalnya : posisi satu ke posisi enam, posisi enam ke posisi lima, posisi lima ke posisi empat, dan seterusnya)

5.     Game/Set
Permainan ditentukan dengan game/set. Regu yang memperoleh / mengumpulkan angka 25 terlebih dahulu adalah pemenang dalam game tersebut. Jika kedudukkan angka 24 – 24, maka dinyatakan jus (deuce) dan regu yang memperoleh selisih dua angka terlebih dahulu adalah pemenangnya.
Kemenangan regu bola voli ditentukan dengan dua sistem:
a.       Sistem Two Winning Set yaitu setiap regu dikatakan menang bila telah memenangkan dua set.
b.   Sistem Three Winning Set yaitu regu dikatakan menanng bila memenangkan tiga set

6.     Memainkan Bola
a.       Suatu regu berhak memukul / memainkan bola maksimal 3 kali (disamping blok)
b.      Seorang permain boleh memukul / memainkan bola dua kali berturut – turut (kecuali memblok / membendung)
c.       Permain diperbolehkan memainkan bola menggunakan seluruh bagian tubuh (misalnya : kaki, kepala) dengan catatan pantulan bola sempurna / tidak berhenti.
d.      Dua atau tiga permain boleh memukul bola pada saat yang sama (serentak)dan hal itu di hitung sebagai dua atau tiga kali pukulan (kecuali membendung)
e.       Jika dua atau tiga permain menjangkau bola tetapi hanya satu permain yang memukulnya maka dihitung satu pukulan

7.     Permainan Dekat Net
a.       Seorang pembendung (bloker) boleh menyentuh bola di daerah lawan, asal tidak menggangu permain lawan (menyentuh bola sebelum dipukul lawan)
b.       Setelah melakukan serangan (smash) tangan boleh melewati net / masuk ke daerah lawan
c.       Boleh melewati ruang permain lawan di bawah net, asalkan tidak mengganggu permain lawan
d.       Tidak noleh menyentuh / menginjak garis tengah
e.       Bagian dari badan tidak boleh menyentuh lapangn lawan

8.     Bola Keluar
Bola dinyatakan keluar apabila :
a.       Jatuh seluruhnya di sisi luar garis – garis batas lapangan
b.      Menyentuh bola diluar lapangan
c.       Menyentuh antena , tali, tiang atau net di luar batas antenna

9.     Kesalahan – Kesalahan Pada Saat Bermain
a.     Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
b.     Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
c.     Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
d.     Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
e.     Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
f.      Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
g.     Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
h.     Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults. Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13. Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit. Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.

10.  Kesalahan – kesalahan pada saat servis:

a.     Bola servis menyentuh antena
b.     Pada saat memukul bola , kaki menginjak garis lapangan
c.     Bola tidak dilambungkan terlebih dahulu
d.     Bola dipukul keluar lapangan
e.     Mengulur – ulurkan waktu / memperlambat permainan
f.      Servis dari luar garis perpanjangan lapangan.

C.   Teknik Dasar Permainan Bola Voli

1. Servis Tennis (Tennis Service)

a. Sikap pemulaan
Berdiri dengan kaki kiri ke depan, bola di pegang dengan dua tangan (tangan kiri menyangga bola dan tangan kanan memengang bagian atas).

b. Pelaksanaan
Bola dilambungkan dengan tangan kiri ke atas kurang lebih  meter di atas kepala. Tangan kanan segera ditarik kebelakang atas kepala , telapak tangan menghadap ke depan. Kemudian bola dipukul dengan tangan pada bagian belakang atas, dibantu dengan lecutan pergelangan tangan, sehingga jalannya bola top spin (berputar ke depan). Gerakan diakhiri dengan melangkahkan kaki ke depan

2. Servis Mengapung (Floating Service)
Floating service atau servis mengapung adalah jenis servis dimana jalannya bola dari hasil pukulan servis itu tidak mengandung putaran (bola berjalan mengapung atau mengambang)

a. Sikap permulaan
Berdiri dengan kaki kiri ke depan , bola dipengan dengan tangan kiri, tangan kanan berada di samping atas kepala setinggi pelipis.

b.Pelaksanaan
Bola dilambungkan dengan  tangan kiri tidak terlalu tinggi ke atas kanan. Begitu bola melambung ke atas setinggi kepala, bola segera di pukul dengan tangan kanan di bagian tengah belakang. Pada saat memukul bola tidak ada gerakkan/lecutan pergelangan tangan, sehingga jalannya mengapung /mengambang. Gerakkan diakhiri dengan melangkahkan kaki ke depan.
Pada servis mengapung sikap tangan dalam keadaan menggenggam atau ibu jari dilipat ke dalam menempel pada telapak tangan.

D.    Teknik Dasar Smash

Smash adalah memukul bola yang dilakukan di atas net dengan kuat dan keras hingga bola jatuh menukik di lapangan lawan, dan sulit untuk dikembalikkan /diterima. Smash sendiri merupakan rangkaian gerakkan yang komplek terdiri dari empat tahap sehingga diperlukan koordinasi gerakkan yang baik untuk melakukannya. Keempat tahapan smash tersebut adalah:
1.      Langkah awalan
Diawali dengan sikap berdiri agak serong, dengan jarak 2 – 4 m dari net. Langkahkan kaki ke depan kaki kiri diikuti dengan kaki kanan dan langkah panjang kaki kiri dengan posisi terakhir kaki hampir sejajar untuk ditekuk/ posisi badan merendah.

2.      Tolakan/ tumpuan
Sambil merendahkan badan kedua lengan di belakang badan, segera lakukan tolakan ke atas dengan kuat sambil mengayun lengan ke depan atas, tangan kanan berada di samping atas kepala.

3.      Perkenalan bola
Perkenalan/pukulan bola dilakukan saat mencapai titik tertinggi dari loncatan, jarak bola satu jangkauan tangan, posisi bola tepat di depan atas kepala. Lakukan pukulan di bagian atas belakang bola dengan telapak tangan terbuka disertai dengan lecutan tangan hingga menghasilkan bola top spin.

4.      Pendaratan.
Pendaratan dengan kedua kaki sejajar disertai gerakan ngeper pada kedua lutut, dan tetep menjaga keseimbangan untuk segera kembali pada sikap siap normal

E.    Teknik dasar  memblok (membendung)

Merupakan salah satu teknik bertahan yang dilakukan di atas net, dengan cara melompat sambil menjulurkan kedua tangan untuk menahan smash lawan.
Ada dua teknik blok yaitu

1.      Block aktif
Di mana saat melakukan block kedua tangan dengan kuat menahan bola dan saat perkenaan tangan tangan aktif menekan bola ke bawah.

2.      Block pasif
Dimana saat melakukan tangan dijulurkan kdekat net tanpa disertai gerakkan apapun. Cara ini dilakukan oleh pemain dengan postur tubuh pendek dengan keterbatasan jangkauan tangan.
Block yang baik sangat efektif untuk melakukan pertahanan smash lawan kkarena dapat dilakukan secara perorangan maupun berpasangan dua atau tiga pemain sekaligus.

Teknik melakukan block / bendungan.
1.      Sikap awal
Berdiri menghadap net kaki sejajar kedua tangan di depan dada, lutut ditekuk badan agak condong ke depan. Pandangan fokus ke arah bola dan pergerakkan smasher lawan.

2.      Pelaksanaan
Lakukan tolakan dengan kuat kedua tangan dijulurkan ke atas net selebar bahu telapak jari–jari terbuka. Arahkan tangan ke daerah perkiraan lintasan bola/smash lawan. Saat perkenaan jari – jari ditegangkan agar kuat menahan smash lawan.

3.      Gerakan akhir
Lakukan pendaratan dengan kedua kaki disertai gerakan ngeper pada lutut, seimbangan tetap terjaga dan segera mengambil posisi siap kembali pada permainan.

F.    Kombinasi Teknik Dasar (Teknik Terpadu)
Teknik terpadu atau latihan kombinasi merupakan bentuk latihan dengan mengkombinasikan beberapa unsur teknik dasar permainan voli yang ada.
Contohnya:

1.      Latihan Kombinasi Passing Atas Dan Passing Bawah
Cara melakukannya :
  • Lakukan passing atas tegak lurus setelah bola turun lakukan pula passing bawah dan setelah bola naik/ melambung ke atas dan seterusnya.
  • Untuk tahap pertama dilakukan di tempat dan tahap kedua lakukan sambil berjalan.


2.      Latihan Kombinasi Servis, Smash, Dan Passing Bawah
Cara melakukannya:
  • Pemainan 1 melakukan servis atas/ smash
  • Pemain 2 melakukan passing bawah kea rah pemain 3
  • Pemain 3 menangkap bola dan meneruskannya pada pemain 4 dengan digulirkan
  • Setiap pemain setelah menyentuh bola langsung bergerak lari berpindah tempat


G.   Posisi Pemain
Posisi pemain bola voli dibagimenjadi dua kelompok yaitu :
1.      Pemain posisi depan 3 orang yaitu posisi 2, 3, dan 4
2.      Pemain posisi belakang 3 orang yaitu posisi 1, 6, dan 5

Posisi 2, 3, dan 4 bertugas sebagai penyerang sekaligus pertahanan di daerah atas net (blok). Posisi 5, 6, dan 1 bertugas sebagai pertahanan di daerah belakang dan tidak boleh melakukan blok maupun serangan dari daerah depan. Posisi 1 melakukan servis pada awal permainan

FUTSAL

Pertandingan Futsal
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis,futbol dan sala

SEJARAH

Futsal diciptakan diMontevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game


PERATURAN

Luas Lapangan

1.     Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
2.     Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3.     Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
4.     Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5.     Garis penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
6.     Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7.     Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8.     Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif (M Sport Court interlock multi tiles flooring)


Bola

1.     Ukuran: 4
2.     Keliling: 62-64 cm
3.     Berat: 390-430 gram
4.     Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5.     Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)


Jumlah pemain (per tim)



1.     Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2.     Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
3.     Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4.     Jumlah wasit: 2
5.     Jumlah hakim garis: 0

MTQ

MTQ telah ada di Indonesia sejak tahun 1940-an sejak berdirinya Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama, ormas terbesar di Indonesia.
Sejak tahun 1968, saat Menteri Agama dijabat K.H. Muhammad Dahlan (salah seorang ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) MTQ dilembagakan secara nasional. MTQ pertama diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadhan tahun 1968. Kala itu hanya melembagakan tilawah dewasa saja dan melahirkan Qari Ahmad Syahid dari jawa Barat dan Muhammadong dari Sulawesi Selatan. MTQ kedua diselenggarakan di Banjarmasin tahun 1969. Tahun 1970 MTQ ketiga diselenggarakan di Jakarta dengan acara yang sangat meriah.
MTQ kini sudah berlangsung 26 kali. Sumatra Utara akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-27. Kini, tidak hanya lagu yang dilombakan, juga termasuk cerdas cermat, pidato, kaligrafi, dan lain sebagainya.
MTQ juga diselenggarakan antar dan di dalam instansi tertentu. MTQ Wartawan diselenggarakan secara rutin tiga tahun sekali dan akan memasuki MTQ kelima tahun 2008 nanti. MTQ Pertamina terhenti sejak tahun 1980. MTQ Telkom dengan nama MAN (Musabawah Al-Quran Nasional) tahun 2008 ini akan dilangsungkan di banda Aceh sebagai MAN ke delapan.
Lagu-lagu tilawah antara lain Bayati, Syika, Nahwand, Rost, Jiharka, dan lain sebagainya.
Qari-qari terkenal asal Indonesia antara lain: K.H. Aziz Muslim, K.H. Bashori Alwi, Hj. Rofiqoh darto Wahab, Hj. Nursiah Ismail, Hj. Aminah, Hj. Maria Ulfah, Muammar Z.A., Muhammadong, Muhammad Ali, H. Wan Muhammad Ridwan Al-Jufrie', Mu'min Ainul Mubarak dan lain sebagainya.